Langsung ke konten utama

Laporan Biologi "Pengamatan Bentuk Protozoa"



Kurniasih X.3
SMA Negeri 1 Banyuasin I 
Tahun Ajaran
2012 / 2013
Pengamatan Bentuk Protozoa

A.  Tujuan       :  Mengamati macam – macam bentuk protozoa

B.  Teori          : Klasifikasi protozoa berdasarkan alat geraknya, yaitu :

1.    Flagellata
Ciri – ciri    :       a. Mampu melakukan fotosintesis karena mempunyai kromatofora.
                           b. Habitat di perairan bersih dan perairan kotor.

Contoh       :       1. . Euglena viridis (mempunyai klorofil)
2. Euglena sanguinea (mempunyai pigmen fikoeritrin / merah)
3. Volvox globator (hidup berkoloni)
4. Noctiluca miliaris (mengeluarkan cahaya malam hari)

2.    Ciliata
Ciri – ciri   :        a. Habitat di tempat berair dan banyak mengandung bahan organik.
                           b. Mempunyai bentuk tubuh yang tetap dan oval
                       
Contoh      :        1.  Paramecium
2.  Balantidium coli (penyebab diare)
            3. Stentor (bentuk seperti terompet, sesil, habitat disawah – sawah)
            4. Didinium (mangsa dari Paramecium sp)

3.    Rhizopoda / Sarcodina
Ciri – ciri   :        a. Habitat di air tawar
                                    b. Bentuk selalu berubah – ubah

Contoh      :        1.  Amoeba sp
2. Arcella sp memiliki kerangka luar, terdapat di air tawar.
3. Foraminifera kerangka luar dari kapur
4. Entamoeba gingivalis di dalam rongga gigi, merusak gigi dan gusi

C. Alat dan bahan :
1.    Mikroskop dan perlengkapannya
2.    Pipet tetes
3.    HCl 5 0/0
4.    Air sawah
5.    Air Kolam
6.    Air sumur
7.    Air rendaman jerami

D.  Cara Kerja:
1.    Dengan pipet tetes ambilah air sawah, kemudian teteskan pada kaca objek dan tutup dengan kaca penutup.
2.    Amati dengan menggunakan mikroskop, bila kurang jelas tetesilah dengan HCl 5 0/0.
3.    Amati bentuk protozoa yang kamu temukan. Amatilah ciri – cirinya dan catat di buku tugasmu !
4.    Lakukan hal yang sama untuk jenis air yang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Legend Of Putri Pinang Masak

Kurniasih VIII.1 SMP Negeri 1 Banyuasin I Tahun Ajaran   2010/2011 a poem of Putri Pinang Masak Putri Pinang Masak Tersebutlah kisah seorang putri nan cantik jelita Putri Senuro namanya,Putri pinang masak gelarnya.. Sang raja berhasrat menyuntingnya Putri Bermuram durja, menolak dijadikan selir dan bersumpah “ Lebih baik mati dari pada jadi Gundik rajo putri pergi meninggalkan rumah Sungguh setia Dayang dan pengawal bersama sang putri meski terlunta. Hingga tiba disebuah desa Bertemu dengan seorang pemuda, Sang sungging Namanya Sang putri bahagia dan memberi nama desa, dusun senuro namanya……… Akhir hayat putri bersumpah kelak didusun ini, siapa yang cantik melebihinya, maka dia akan disambar petir. Taken from : UrangDiri.blogspot.com The Legend of Putri Pinang Mas...

FILMERAH : FILTRASI MURAH MERIAH SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS AIR BERSIH DI INDRALAYA

PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara dengan sumber perairan yang luas sebagai negara kepulauan. Air merupakan salah satu kebutuhan utama bagi makhluk hidup begitu pun bagi manusia. Pada umumnya air digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti: mencuci, memasak dan lainnya. Selain itu air merupakan salah satu sarana utama untuk menjaga kesehatan bagi masyarakat. Namun seiring berkembangnya zaman masyarakat sering buang sampah di sungai dan pembuangan limbah pabrik ke sungai akibatnya air yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari tercemar. Sekarang sulitnya mendapatkan air bersih banyak dijumpai di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan. Sehingga masyarakat kekurangan air bersih. Air bersih sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Air yang kita ambil dari sumber air biasanya masih terdapat kotoran sehingga air tampak keruh dan tidak bisa langsung kita manfaatkan. Provinsi Sumatera Selatan memiliki lahan seluas 87.017 km2 yang terdiri dari lahan rawa yang tersebar...

IKTIOLOGI

1.1. Sejarah Ikhtiologi Ikhtiologi pada awal diperkenalkan oleh Aristoteles (384-322 SM).   Aristoteles melakukan observasi untuk membedakan dan membuat ciri-ciri   ikan hingga diperoleh sekitar 115 jenis.   Dalam penelitian tersebut, pertama   kali dikemukakan tentang beberapa hal mengenai ikan misal kelamin ikan hiu   dapat ditentukan dari struktur sirip perut. Setelah periode Aristoteles tidak   banyak penelitian mengenai ikan, baru pada abad ke 16 muncul nama-nama   beberapa peneliti antara lain Pierre Belon (1517-1564), H. Salviani (1514-   1572) dan G. Rondelet (1507-1557). P. Belon telah ...